Tampilkan postingan dengan label Humor Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Bahasa Indonesia memang lebih nyaman. Coba aja ngomong kalimat-kalimat di bawah ini.


Bahasa Indonesia:
"Tiga nenek sihir mengagumi tiga buah arloji merk Swatch. Nenek sihir mana melihat pada arloji Swatch yang mana?"

Dalam bahasa Inggris:
"Three witches watch three Swatch watches. Which witch watch which Swatch watch?



Yang lainnya...

Bahasa Indonesia:
"Tiga nenek sihir biseksual mengagumi kenop kenop dari tiga arloji Swatch. Nenek sihir biseksual mana yang memandangi kenop arloji Swatch yang mana?"

Dalam bahasa Inggris:
"Three switched witches watch three Swatch watch switches. Which switched witch watch which Swatch watch switch?



Belajar Peribahasa Indonesia

|

Takkan lari Nunung dikejar

Air susu dibalas dengan Air Mail

Sambil menyelam buang air

Ma' lu bertanya, Ma' gue yang jawab

Wong ompong nyaring bunyinya

Ke bukit sama mendaki, ke lurah bikin KTP

Nasir sudah menjadi tukang bubur

Ada ubi, ada talas, ada pisang rebus

Tak ada maling yang tak retak

Alonalon asal kelakson

Karena nila setitik rusak susunya

Cepat kaki, ringan tangan

Tak ada rotan Raam Punjabi

Maksud hati memeluk Nunung apa daya keburu digampar

Pelajaran Bahasa Indonesia

|

Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi. Guru Bahasa Indonesia yang paling ditakuti dan disegani oleh semua murid telah masuk ke dalam kelas. Wajahnya garang seperti harimau kelaparan.


Murid-murid : Selamat pagi, Bu Guru!


Bu Guru (dengan suara melengking) : Mengapa bilang selamat pagi saja? Kalau begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat ya?


Murid-murid : Selamat pagi, siang dan sore Bu Guru.....


Bu guru : Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan selamat seperti itu! Katakan saja selamat sejahtera, bukankah lebih bagus didengar dan penuh makna? Lagipula ucapan ini meliputi semua masa dan keadaan.


Murid-murid : Selamat sejahtera Bu Guru!


Bu guru : Sama-sama, duduk! Dengar sini baik-baik. Hari ini Bu Guru mau menguji kalian semua tentang perlawanan kata atau antonim kata. Kalau Bu Guru sebutkan perkataannya, kamu semua harus cepat menjawabnya dengan lawan katanya, mengerti?


Murid-murid : Mengerti Bu Guru...


Guru : Pandai!


Murid-murid : Bodoh!


Guru : Tinggi!


Murid-murid : Rendah!


Guru : Jauh!


Murid-murid : Dekat!


Guru : Berjaya!


Murid-murid : Menang!


Guru : Salah itu!


Murid-murid : Betul ini!


Guru (geram) : Bodoh!


Murid-murid : Pandai!


Guru : Bukan!


Murid-murid : Ya!


Guru (mulai pusing) : Oh Tuhan!


Murid-murid : Oh Hamba!


Guru : Dengar ini...


Murid-murid : Katakan itu...


Guru : Diam!!!!!


Murid-murid : Ribut!!!!!


Guru : Itu bukan pertanyaan, bodoh!!!


Murid-murid : Ini adalah jawaban, pandai!!!


Guru : Mati aku!


Murid-murid : Hidup kami!


Guru : Saya rotan baru tau rasa!!


Murid-murid : Kita akar lama tak tau rasa!!


Guru : Malas aku ngajar kalian!


Murid-murid : Rajin kami belajar bu guru...


Guru: Kalian gila semua!!!


Murid-murid : Kami waras sebagian!!!


Guru : Cukup! Cukup!


Murid-murid : Kurang! Kurang!


Guru : Sudah! Sudah!


Murid-murid : Belum! Belum!


Guru : Mengapa kamu semua bodoh sekali?


Murid-murid : Sebab saya seorang pandai!


Guru : Oh! Melawan, ya??!!


Murid-murid : Oh! Mengalah, tidak??!!


Guru : Kurang ajar!


Murid-murid : Cukup ajar!


Guru : Habis aku!


Murid-murid : Kekal kamu!


Guru (putus asa) : O.K. Pelajaran sudah habis!


Murid-murid : K.O. Pelajaran belum mulai!


Guru : Sudah, bodoh!


Murid-murid : Belum, pandai!


Guru : Berdiri!


Murid-murid : Duduk!


Guru : Bego kalian ini!


Murid-murid : Cerdik kami itu!


Guru : Rusak!


Murid-murid : Baik!


Guru (stres) : Kamu semua ditahan siang hari ini!!!


Murid-murid : Saya sebagian dilepaskan tengah malam itu!!!


Bu Guru mukanya merah padam dan tanpa bicara lagi mengambil buku-bukunya dan keluar ruangan. Sebentar kemudian, loceng pun berdering. Murid-murid merasa lega karena guru yang paling ditakuti oleh mereka telah keluar. Walau bagaimanapun, mereka merasa bangga karena telah dapat menjawab semua pertanyaan tadi. Tetapi masih ada hari esok. Guru itu pasti akan datang lagi.



Adakah Tuhan?

|

Di sebuah ruang kelas, para mahasiswa sedang mengikuti mata kuliah Filosofi. Dosen yang mengajar mencoba melemparkan topik diskusi tentang Tuhan.


"Ada yang pernah melihat Tuhan?" tanya si dosen. Semua diam tak menjawab.


"Ada yang pernah mendengar Tuhan bersuara?" si dosen bertanya lagi.


Kali ini pun tak ada yang menyahut.


"Ada yang pernah menyentuh Tuhan?" tanya dosen. Semua diam.


"Kesimpulannya tidak ada Tuhan," kata dosen senang.


Terdengar gumaman protes, sampai akhirnya seorang mahasiswa berdiri dan bertanya,


"Ada yang pernah melihat otak Pak Dosen?" Tak ada jawaban.


"Ada yang pernah mendengar otak Pak Dosen bersuara?" Tak seorang pun menjawab.


"Ada yang pernah menyentuh otak Pak Dosen?" Sekali lagi hening.


"Kesimpulannya Pak Dosen tidak punya otak," kata si mahasiswa.

Seorang mahasiswi seksi yang terancam gagal ujian mendatangi kantor dosennya yang masih muda. Dia melirik ke sekililingnya sebentar, menutup pintunya, dan langsung berlutut di hadapan sang dosen sambil memohon.


"Pak Dosen, Saya bersedia melakukan apapun juga agar lulus ujian....", ujarnya sambil melirik genit.


Lalu sang mahasiswi mendekat ke arah dosennya, menyibakkan rambutnya, menatap matanya penuh arti. "Kalau Bapak masih belum mengerti maksud saya..." bisiknya, "Saya bersedia melakukan apapun, apa saja yang Bapak mau..."


Dosen muda tadi membalas tatapannya, "Apapun?"


"Apapun!", jawab sang mahasiswi secepatnya.


Suara dosen itu melembut, "Apapun?"


"Apapun...."


Akhirnya Pak dosen berbisik,


"Maukah kamu........."


"Maukah kamu......... belajar?"