Tampilkan postingan dengan label Humor Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Politik. Tampilkan semua postingan

Mencari Pengangguran

|

Perdana Menteri Jepang, Abe, berkunjung ke Indonesia. Di pelabuhan udara, Presiden Suharto menyambutnya gembira, kemudian duduk bersama di dalam mobil kehormatan. Selama di perjalanan, dengan bangga Suharto menunjuk kepada ribuan orang yang berdiri di pinggir jalan, yang telah dipersiapkan sebelumnya, sambil mengibar-ngibarkan bendera Jepang dan Indonesia. Tapi Shintaro Abe mengerutkan keningnya.
"Banyak sekali pengangguran di negara Anda," kata Abe, "Di negara kami tak seorang pun mau membuang-buang waktunya seperti itu. Mereka bekerja, dan tak punya waktu berdiri di pinggir jalan."


Mendongkol hati Suharto mendengarkannya. Begitu Abe pulang,ia menyusun rencana untuk berkunjung ke Jepang, ingin membuktikan apakah benar tak ada pengangguran di Jepang. Beberapa hari kemudian, Suharto dan rombongan tiba di Jepang. Shintaro Abe menyambutnya di pelabuhan udara dan bersama-sama menuju istana negara. Di sepanjang jalan, tak seorangpun yang berdiri di pinggir jalan menyambut mereka. "Anda lihat," celetuk Abe, "Tak ada yang menganggur." Keesokan harinya, Suharto bersama ajudannya mengelilingi kota Tokyo. Tak seorang pun penganggur yang mereka temui. Setelah beberapa hari mencari dengan sia-sia, akhirnya mereka bermaksud pulang kembali ke Indonesia. Dengan ditemani Abe mereka menuju pelabuhan udara. Tiba-tiba, tampak seorang lelaki duduk termenung di pinggir jalan.


"Itu dia!" teriak Suharto, "Kita berhasil menemukannya seorang!"
Dia menyuruh ajudannya menghampiri orang tersebut. Tak lama kemudian ajudannya kembali sambil berlari-lari. "Bukan, bukan!" teriaknya, "Dia duta besar kita untuk Jepang!"




Pengemis Di Istana Negara

|

Presiden Soeharto baru saja keluar dari istana negara ketika ia melihat seorang pengemis duduk ditangga istana. Melihat penampilannya yang begitu memelas, presiden segera memanggil ajudannya:


"Pengawal, coba lihat pengemis ini, keadaannya begitu menyedihken, pakaiannya tambal - tambalan, berarti dia tidak mampu beli pakaian baru, tubuhnya kurus kering, tanda bahwa dia sudah berhari - hari tidak makan nasi, dan itu terjadi disini, di negara kita yang makmur dan sejahtera ini... Sungguh tidak sampai hati aku menyaksiken pemandangan seperti ini, oleh karena itu, pengawal..!! Segera singkirken orang ini dari istana..!!!"




Cerita Tiga Napi Dipenjara

|

di LP Nusa kambangan tiga orang napi sedang ngobrol tentang mengapa mereka bertiga bisa masuk penjara.


Napi pertama,
"Aku masuk penjara karena pada tahun 1990 aku menjelek - jelekkan Pak harto (Presiden waktu itu)"


Napi kedua,
"Kalau aku pada tahun 2004 memuji -muji pak harto hingga akhirnya aku masuk penjara ini"
"Kalau engkau?" Serunya pada napi ketiga,


"Akulah Suharto," kata napi ke 3.


Partai Yang Gagal Ikut Pemilu

|

Partai baru yg (gagal)ikut dalam Pemilu 2004

01. Partai Gerakan Moral (GERMO)
02. Partai Amanah Tante (PANTAT)
03. Partai Fusi Cendikiawan Kebangsaan (FUCK)
04. Partai Cina Kota Buruh dan Tani (CINTA BUTA)
05. Partai Pensiunan Ingin Kerja Untuk Negara (PIKUN)
06. Partai Barisan Nasional Bela Keadilan Sosial (BAN BEKAS)
07. Partai Kaum Muda Kader Andalan (KAMU KADAL)
08. Partai Ikatan Putra-Putri Serdadu (PIPIS)
09. Partai Anti Nabung Utang (PANU)
10. Partai Mungkir Kayak Suharto (PAMUNGKAS)
11. Partai Bung Harmoko Meminta Arahan (BH MERAH)
12. Partai Gerakan Masa Pukul Orde Kemunafikan (RAMPOK)
13. Partai Koalisi Indonesia Untuk Kebangkitan Indonesia Raya (KIKIR)
14. Partai Terus Terang Abdurrachman Wahid Asoy (TERTAWA)
15. Partai Bekas Birokrat Edan Kekuasaan (BEBEK)
16. Partai Peramal Mau Disantet (PERMADI)
17. Partai Bocah Usaha Ngamen (BUSANG)
18. Partai Edan Dikira Setan dan Siluman (EDI TANSIL)
19. Partai Sri Bintang Pamungkas, Muladi dan Abdul Latif (SRIMULAT)
20. Partai Dukung Bayar Utang Rakyat (DUBUR)
21. Partai Kami Paling Senang Salaman (KAPAL SELAM)
22. Partai Persatuan Korban Sindikat Anarki (PERKOSA)
23. Partai Koalisi Partai Jalanan (KOPAJA)

Perbedaan Yoi, Ya dan Ya Begitulah

|

Turis amerika yang sedang belajar Bahasa Indonesia sedang bingung, mengapa orang Indonesia, jika menjawab pertanyaan itu beda-beda seperti yoi, ya, dan ya begitulah.


Lalu, ia bertanya kepada seorang pejabat, "Bagaimana cara membedakan yoi, ya, da ya begitulah?"


Kemudian, pejabat itu menjawab, "Kalau yoi, orang tersebut tidak punya pendidikan, kalo iya, orang itu tamatan SMA, dan kalau ya begitulah, berarti ia sarjana."


"Oh, gitu, ya?", kata turis.


"Yoi!!", kata pejabat.



Seorang pemuda baru lulus dari SMU. Karena tidak punya biaya akhirnya dia memutuskan untuk bekerja. Oleh karena itu dia mendatangi pamannya yang salah seorang pengurus partai politik untuk dicarikan kerja.


"Paman, tolong carikan saya pekerjaan dong" pinta pemuda itu.


"Wah lulusan SMU ya. Kalo gitu kamu jadi pegurus partai aja." Kata pamannya.


"Enak jadi pengurus partai, nanti kamu bisa jadi anggota DPR, trus jadi ketua DPR/MPR, bahkan jadi wakil presiden ato presiden sekalipun juga bisa" tambah pamannya semangat.


"Wah paman saya gak mau muluk-muluk, saya minta yang sederhana aja, kayak tukang ketik kelurahan misalnya" jawab pemuda itu.


Pamannya berfikir sebentar kemudian berkata "Maaf kalo jadi tukang ketik kelurahan kamu harus sarjana"


Perbedaan Para Pemimpin Indonesia

|

Apa bedanya Bung Karno, Pak Harto, Habibie, dan Gus Dur?


BUNG KARNO = pernah didukung Poros Jakarta-Beijing
PAK HARTO = pernah didukung Poros Cendana-Golkar
HABIBIE = pernah didukung Poros ICMI-Militer
GUS DUR = pernah didukung Poros Tengah-Golkar


BUNG KARNO = disukai wanita
PAK HARTO = ditaklukkan wanita
HABIBIE = dikira wanita
GUS DUR = dikhianati wanita (Megawati)


BUNG KARNO = bukan militer, tapi suka berpenampilan militer.
PAK HARTO = bekas militer, mengembangkan tradisi militer
HABIBIE = dekat militer, dilindungi militer
GUS DUR = punya militer pribadi (Pasukan Berani Mati)


BUNG KARNO = dimanfaatkan komunis
PAK HARTO = dimanfaatkan putera-puterinya
HABIBIE = dimanfaatkan konco-konconya
GUS DUR = dimanfaatkan tukang pijatnya


BUNG KARNO = menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa
PAK HARTO = menciptakan kemakmuran keluarga di atas derita bangsa
HABIBIE = menciptakan demonstrasi dan perpecahan bangsa
GUS DUR = menciptakan partai kebangkitan bangsa


BUNG KARNO = dapat ilmu dari pengalaman
PAK HARTO = dapat ilmu dari SD
HABIBIE = dapat ilmu dari Jerman
GUS DUR = dapat ilmu dari bisikan


BUNG KARNO = prinsipnya : Merdeka atau Mati
PAK HARTO = prinsipnya : Lebih baik sakit daripada diadili
HABIBIE = prinsipnya : Lebih baik beras ketan daripada pesawat CN-235
GUS DUR = prinsipnya : Lebih baik dihujat daripada mundur


BUNG KARNO = bertekad : maju terus pantang mundur
PAK HARTO = bertekad : maju tak gentar selama ada yang bayar
HABIBIE = bertekad : maju mundur sama saja
GUS DUR = bertekad : maju saja susah apalagi mundur

Belajar Ilmu Kepemimpinan

|

Ketika Hamzah Haz berkunjung ke Singapura dan bertemu dengan Lee Kuan Yew. Dia kagum dengan kemajuan Singapura dan pada kesempatan ini langsung bertanya pada Senior Minister Lee,


"What is your leadership philosophy, pak Lee ?"


Setelah berpikir sejenak, Lee Kuan Yew menjawab dengan suara datar, "Kelilingilah dirimu dengan orang orang yang pandai."


Terus Hamzah Haz bertanya lagi, "Bagaimana memilih orang-orang yang pandai ini ?"


Jawab Senior Minister sambil mengerutkan kening, "Ujilah dengan pertanyaan yang tepat."


Terus Lee Kuan Yew menelpon Perdana Menteri Goh, "Goh, saya ada pertanyaan. Siapakah orang ini ? Ayahnya ayahmu, ibunya ibumu tetapi dia bukan adikmu dan bukan kakakmu. Siapa gerangan dia ini ?"


"Ah, itu sih gampang Senior Minister. Itu kan saya sendiri." jawab PM Goh.


"Bagus." sambutnya, sambil senyum-senyum Senior Minister Lee meletakkan gagang telpon dan bilang sama Hamzah Haz, "Yach, begitulah caranya, bung Hamzah."


Begitu sampai di Jakarta, saking penasarannya langsung dia ke Istana mencari Ibu Mega yang kebetulan di kamar mandi. Dia gedor-gedor pintunya dan bertanya sama Ibu Mega,


"Ibu Mega, saya ada pertanyaan mendesak. Siapakah orang ini ? Ayahnya ayahmu, ibunya ibumu tetapi dia bukan adikmu dan bukan kakakmu. Siapa gerangan dia ini ?"


Ibu Mega diam sejenak dan dari dalam segera menyahut, "Jawabannya saya berikan minggu depan !"


Setelah dua minggu, Ibu Mega tanya kiri kanan ternyata tidak ada satupun yang bisa menjawab dengan memuaskan.


Bambang Kesowo bilang, "Eh Ibu, kita lupa tanya sama Pak Kwik Kian Gie. Dia kan selalu ada jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan sulit."


Terus Ibu Mega tanya Kwik Kian Gie melalui telpon dan dengan ringan dijawab olehnya, "Ya tentunya saya sendiri dong, Ibu Mega." Legalah Ibu Mega ini dan langsung Hamzah Haz dipanggil ke Istana.


"Saya tahu jawabannya pak Hamzah", ujar Megawati dengan nada sangat bangga. "Jawabannya ialah ... Pak Kwik."


"Wah, salah Bu Mega." kata pak Hamzah dengan terperanjat, "Jawaban yang benar ialah ... Perdana Menteri Goh."



Pentagon membayangkan jika AS terpaksa harus menyerang Indonesia, berapa kerugian yang harus di pikul pihak AS dan berapa keuntungan pihak indonesia dari kehadiran tentara AS di sana.

Begitu memasuki perairan dataran Indonesia, mereka akan di hadang pihak bea cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang tanpa surat izin dari pemerintah RI. Ini berarti mereka harus menyediakan "Uang Damai", coba hitung berapa besarnya jika bawaannya sedemikian banyak.


Kemudian mereka mendirikan Base camp militer , bisa di tebak di sekitar base camp pasti akan di kelilingi oleh penjual Bakso, Tukang Es kelapa, lapak VCD bajakan, sampai obral Cel-Dam Rp. 10000 3 Pcs. Belum lagi para pengusaha komedi puter bakal ikut mangkal di sekitar base camp juga.


Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta tank-tank lapis baja yang di parkir dekat base camp akan di kenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas perpakiran daerah. Jika dua jam pertama perkendaraan dikenakan Rp. 10.000,- (maklum tarif orang bule), berapa yang harus di bayar AS kalau kendaraan & tank harus parkir selama sebulan.


Sepanjang jalan ke lokasi base camp pasukan AS harus menghadapi para Mr. Cepek yang berlagak memperbaiki jalan sambil memungut biaya bagi kendaraan yang melewati jalan tersebut. Dan jika kendaran tempur dan tank harus membelok atau melewati pertigaan mereka harus menyiapkan recehan untuk para Mr. Cepe.


Suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan jika harus berkonvoi, karena konvoi yang berjalan lambat pasti akan di hampiri para pengamen, pengemis dan anak-anak jalanan, ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi. Belum lagi jika di jalan bertemu polisi yang sedang bokek, udah pasti kena semprit kerena konvoi tanpa izin. Bayangkan berapa uang damai yang harus di keluarkan.


Di base camp militer, tentara AS sudah pasti nggak bisa tidur, karena nyamuknya gede-gede kayak vampire. Malam hari di hutan yang sepi mereka akan di kunjungi para wanita yang tertawa dan menangis. Harusnya mereka senang karena bisa berkencan dengan wanita ini tapi kesenangan tersebut akan sirna begitu melihat para wanita ini punya bolong besar di punggungnya.


Pagi harinya mereka tidak bisa mandi karena di sungai banyak di lalui "Rudal Kuning" yang di tembakkan penduduk setempat dari "Flying helicopter" alias wc terapung di atas sungai.


Pasukan AS juga tidak bisa jauh jauh dari pelaratan perangnya, karena di sekitar base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap mempereteli peralatan perang canggih yang mereka bawa. Meleng sedikit saja tank canggih mereka bakal siap dikiloin. Belum lagi para curanmor yang siap beraksi dengan kunci T-nya siap merebut jip-jip perang mereka yang kalau di dempul dan cat ulang bisa di jual mahal ke anak-anak orang kaya yang pengen gaya-gayaan.


Dan yang lebih menyedihkan lagi badan pasukan AS akan jamuran karena tidak bisa berganti pakaian. Kalau berani nekat menjemur pakaiannya dan meleng sedikit saja, besok pakaian mereka sudah mejeng di pasar Jatinegara di lapak-lapak pakaian bekas.


Peralatan telekomunikasi mereka juga harus di jaga ketat, karena para bandit kapak merah sudah mengincar peralatan canggih itu.


Dan mereka juga harus membayar sewa tanah yang di gunakan untuk base camp kepada haji Husin, haji mamat, dan engkong jai' para pemilik tanah. Di samping itu mereka juga harus minta izin kepada RT/ RW dan kelurahan setempat, berapa meja yang harus di lalui dan berapa banyak dana yang harus di siapkan untuk meng-Amplopi pejabat-pejabat ini.


Para komandan di pasukan AS ini juga akan kena tugas tambahan mengawasi para prajuritnya yang banyak menyelinap keluar base camp buat nonton dangdut di RW 06, katanya ada Inul di sana.


Membayangkan ini semua akhinya Rumsfield memutuskan TIDAK AKAN MENYERANG INDONESIA !!!