Tampilkan postingan dengan label Humor Profesi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Profesi. Tampilkan semua postingan

Arti Miss Communication

|

Berikut adalah sebuah cerita tentang bagaimana sebuah pesan dikomunikasikan secara hirarkis dalam sebuah perusahaan, dari pimpinan puncak (Managing Director) hingga ke bawahan (Operators).


Dari: Managing Director
Kepada: General Manager
"Besok akan ada gerhana matahari total pada jam sembilan pagi. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari. Untuk menyambut dan melihat peristiwa langka ini, seluruh karyawan diminta untuk berkumpul di lapangan dengan berpakaian rapi. Saya akan menjelaskan fenomena alam ini kepada mereka. Bila hari hujan, dan kita tidak bisa melihatnya dengan jelas, kita berkumpul di kantin saja."


Dari: General Manager
Kepada: Department Heads
"Sesuai dengan perintah Managing Director, besok pada jam sembilan pagi akan ada gerhana matahari total. Bila hari hujan, kita tidak bisa berkumpul di lapangan untuk melihatnya dengan berpakaian rapi. Dengan demikian, peristiwa hilangnya matahari ini akan dijelaskan oleh Managing Director di kantin. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari."


Dari : Departmental Heads
Kepada : Sectional Heads
"Sesuai dengan perintah Managing Director, besok kita akan mengikuti peristiwa hilangnya matahari di kantin pada jam sembilan pagi dengan berpakaian rapi. Managing Director akan menjelaskan apakah besok akan hujan atau tidak. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari."


Dari : Section Heads
Kepada : Foreman
"Jika besok turun hujan di kantin, kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari, Managing Director, dengan berpakaian rapi, akan menghilang jam sembilan pagi."


Dari : Foreman
Kepada : All Operators
"Besok pagi, pada jam sembilan, Managing Director akan menghilang. Sayang sekali, kita tidak bisa melihatnya setiap hari."


Turis Korea Dan Petugas Imigrasi

|

Seorang petugas Imigrasi bertanya kepada seorang turis dari Korea.

Petugas: “Nama?”

Turis: “Pak Yu.”


Sang petugas marah dan berteriak,
“FUCK YOU!, jangan macam-macam dengan saya. Sekarang sebutkan nama lengkap kamu!”

Turis Korea menjawab:
“Pak Yu Tu.”

Seorang pemuda baru lulus dari SMU. Karena tidak punya biaya akhirnya dia memutuskan untuk bekerja. Oleh karena itu dia mendatangi pamannya yang salah seorang pengurus partai politik untuk dicarikan kerja.


"Paman, tolong carikan saya pekerjaan dong" pinta pemuda itu.


"Wah lulusan SMU ya. Kalo gitu kamu jadi pegurus partai aja." Kata pamannya.


"Enak jadi pengurus partai, nanti kamu bisa jadi anggota DPR, trus jadi ketua DPR/MPR, bahkan jadi wakil presiden ato presiden sekalipun juga bisa" tambah pamannya semangat.


"Wah paman saya gak mau muluk-muluk, saya minta yang sederhana aja, kayak tukang ketik kelurahan misalnya" jawab pemuda itu.


Pamannya berfikir sebentar kemudian berkata "Maaf kalo jadi tukang ketik kelurahan kamu harus sarjana"


Seorang profesor sedang memberikan pelajaran autopsi (bedah mayat) kepada para mahasiswa kedokteran yg mengelilinginya di dalam kelas.


Sang profesor berdiri si sebelah mayat yang terbaring terlungkup di atas meja. "Dalam dunia kedokteran, kita harus selalu ingat dua hal penting, pertama kita harus tegar, tidak boleh merasa jijik", kata sang profesor sambil mencolokkan jarinya ke anus si mayat, lalu menjilatnya seperti menjilat es krim.


"Ayo sekarang giliran kalian mempraktekkannya!" Maka dengan sangat terpaksa para mahasiswa itupun melakukan apa yg diperintahkan. Setelah semua mendapat giliran untuk melakukannya, sang profesor melanjutkan kuliahnya.


"Dan hal penting yang kedua adalah... memperhatikan dengan secermat-cermatnya!! Coba berapa di antara kalian yg memperhatikan bahwa tadi saya mencolokkan jari telunjuk dan menjilat jari tengah??"


The Logic Thinker

|

Pada suatu hari di sebuah bar, masuklah seorang lelaki berpakaian perlente dan memesan minuman. Sang bartender yang melihat mahluk keren tersebut tertarik dan bertanya:


"Apa pekerjaan Anda?"


"Saya seorang Konsultan Manajemen!" jawab lelaki tersebut.


"Wah Anda hebat. Tapi saya belum jelas, sebenarnya apa sih yang dikerjakan oleh seorang konsultan itu?" tanya bartender.


"Oh, pada prinsipnya konsultan itu adalah seorang logic thinker".


Si bartender bingung dan bertanya lebih lanjut, "Apa yang bisa dilakukan oleh logic thinker?"


"Wah susah menerangkannya, soalnya memang bukan pekerjaan yang lazim, tapi saya akan kasih Anda contoh praktis saja biar jelas. Sekarang anggap saja saya konsultan Anda, oke?"


"Oke," jawab bartender.


"Begini, pertama-tama saya perlu bertanya dulu, apakah Anda punya akuarium?" tanya konsultan.


"Ya, saya punya akuarium besar sekali di rumah."


"Nah kalau Anda punya akuarium, logisnya Anda punya ikan kan?"


"Jelas. Saya punya berbagai jenis ikan."


"Kalau Anda punya ikan, logikanya Anda itu sayang binatang."


"Benar sekali, saya sangat sayang pada binatang"


"Kalau pada binatang aja Anda sayang, apalagi pada anak Anda!!! Anda pasti sangat menyayangi anak Anda."


"Betul sekali (kegirangan), saya mencintai anak saya lebih dari ikan."


"Nah logisnya, jika punya anak pasti punya istri," lanjut konsultan.


"Anda kok tahu? saya memang punya istri yang cantik jelita."


"Tentu saja saya tahu, itu semua logis saja. Nah sekarang kesimpulannya, jika Anda punya istri dan anak, berarti Anda tidak impoten!!! Betul?"


"Seratus persen betul, saya tidak impoten."


"Nah begitulah kira-kira logic thinker itu."


"Ooo, jadi begitu to? Saya mengerti sekarang," kata bartender takjub.


Lelaki berprofesi konsultan tersebut akhirnya pergi.


Sesaat kemudian datanglah teman si bartender dan bertanya, "Kamu tadi kok asyik sekali, ngobrol apa sih?"


"Tadi itu seorang konsultan. Saya diajari pekerjaan konsultan sebagai logic thinker."


"Apa itu logic thinker?" tanya si teman.


"Wah, susah menjelaskannya,soalnya bukan pekerjaan yang lazim sih. Saya berikan contoh prakteknya saja ya (lagaknya kumat). Begini lho, pertama-tama saya perlu bertanya dahulu, kamu punya akuarium nggak?"


"Nggak punya tuh!"


"OOO... kalau begitu,kesimpulannya berarti kamu IMPOTEN!!!"


Supir Taksi Baru

|

Setelah berjalan sekian lama, penumpang menepuk pundak sopir taksi untuk menanyakan sesuatu. Reaksinya sungguh tak terduga. Sopir taksi begitu terkejutnya sampai tak sengaja menginjak gas lebih dalam dan hampir saja menabrak mobil lain.


Akhirnya ia bisa menguasai kemudi dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Tolong, jangan sekali-sekali melakukan itu lagi," kata sopir taksi dengan wajah pucat dan menahan marah.


Penumpang: "Maaf, saya tidak bermaksud mengejutkan. Saya tidak mengira kalau menyentuh pundak saja bisa begitu mengejutkan Bapak."


Sopir taksi: "Persoalannya begini, ini hari pertama saya jadi sopir taksi. Bapak juga merupakan penumpang pertama."


Penumpang: "Oh begitu. Terus, kok bisa kaget begitu?"


Sopir taksi: "Sebelumnya saya adalah sopir mobil jenazah."


Arti Sebuah Nama

|

Seorang dokter spesialis anak mencoba beramah tamah dengan pasien-pasiennya sebelum prakteknya dimulai.


Dokter : "Wah, manis sekali nih si kecil, siapa namanya?"
Pasien 1: "Dona"
Dokter : "Wah, ibunya pasti ngidam donat, ya!"


Dokter : "Nah, kalau si cantik satu ini siapa nih namanya?"
Pasien 2: "Dui"
Dokter : "Wah, ibunya pasti ngidam duit, ya!"


Tiba-tiba pasien ketiga langsung lari keluar. Ibunya menarik lengan anaknya sembari berkata: "Ayo TITI, kita pulang saja!"

Bahaya Salah Diagnosa

|

Seorang pria datang menjumpai dokter. "Dokter, saya menghadapi masalah," katanya, "Salah satu dari biji Zakar saya biru warnanya."

Dokter memeriksa biji zakar tersebut lalu tiba pada kesimpulan bahwa biji zakar itu sebaiknya diambil, sebab kalau tidak pria itu bisa mati.


"Dokter, gila apa?" teriak pria itu.

"Tega benar dokter mengambil keputusan yang demikian."


"Anda masih mau hidup bukan?" tanya dokter.

Dan terpaksalah pria itu merelakan salah satu dari biji zakarnya diambil.


Tapi dua minggu kemudian ia datang lagi menjumpai dokter.

"Dokter, bagaimana sih ini? Biji zakar saya yang satunya lagi pun telah berwarna biru pula."

Kembali dokter mengatakan bahwa jika ia masih ingin hidup, maka ia harus merelakan biji zakarnya diambil. Dan kembali lagi pria itu menolak.

"Anda masih mau hidup bukan?" tanya dokter. Dan terpaksalah pria itu merelakan biji zakarnya yang kedua diambil.


Tapi dua minggu kemudian ia datang lagi menjumpai dokter. "Rasanya ada yang tidak beres, kini penis saya pula yang menjadi biru."

Setelah memeriksa pasiennya, dokter menyampaikan kabar buruk. Jika ingin tetap hidup maka penisnya terpaksa harus diambil. Kembali pria itu meradang.

"Anda masih mau hidup bukan?!' tanya dokter.

"Ya. Tapi bagaimana nanti kalau saya mau pipis?"

"Hmm, saya akan memasang pipa plastik. Tidak ada masalah."

Begitulah, penis tersebut pun terpaksa diambil.


Dan beberapa hari setelah dioperasi, lelaki malang itu kembali datang menjumpai dokternya.

"Dokter, pipa plastik itu pun kini berwarna biru...."

"Hah?!"

"Apa sih yang terjadi?"

Dokter memeriksa lebih seksama, dan tak lama kemudian terdengar ia berseru,

"Oalah, ternyata celana jeans anda yang luntur...."