Tampilkan postingan dengan label Humor Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Obat Batuk Yang Terbaik

|

Adi adalah seorang apoteker yang baru lulus dari universitas, dan dapat pekerjaan baru di sebuah apotek. Suatu hari si pemilik apotek memberikan Adi 'full control' untuk apoteknya karena dia pengen ngelihat sepandai apa Adi ini sebenarnya.


Kira-kira tengah hari, setelah makan siang, si pemilik apotek balik ke apoteknya untuk melihat keaadaan. Pas sampai, di pintu depan, dia berpapasan sama seorang pemuda, bersandaran tegak lurus sama dinding tokonya. Si pemuda ini matanya merah, bibirnya pucet banget, keringetan, dan ilernya terlihat menetes-netes. Si pemilik apotek kaaaaget banget, terus langsung lari masuk apotek. Setelah masuk apotek, dia ketemu sama Adi.


Pemilik apotek: "Di, Siapa tuh di luar? Kena rabies ya?"


Adi: "Oh enggak, itu dia tadi nyari obat batuk."


Pemilik apotek: "Trus?"


Adi: "Ya, batuknya itu sudah parah banget, sudah bolak balik berkali-kali, cuma obatnya enggak pernah manjur."


Pemilik Apotek: "Lha, trus, itu kenapa bisa jadi begitu bentuknya?"


Adi: "Ya, saya capek dia dateng bolak balik, trus saya kasih aja dia obat supaya mencret."


Pemilik Apotek melotot: "GUOBLOK kamu Di, Orang batuk kog kamu kasih obat supaya mencret!!"


Adi mesem: "Tenang, tenang dulu pak. Lihat dulu dong. Perhatikan, itu orang sekarang tuuuuakut banget kalau batuk. He...he....he....soalnya kalau dia batuk, bisa mencret kemana-mana."



Sakit Telinga

|

Amir masuk ke kantor praktek seorang dokter terkenal yang ramai. Dengan ramah resepsionis bertanya kepada Amir.


Resepsionis: "Apa keluhan Bapak?"
Amir: "Ada yang tidak beres dengan titit saya..."


Resepsionis tersebut kelihatan kaget mendengar Amir begitu blak-blakan, lalu berkata dengan suara setengah berbisik.


Resepsionis: "Bapak tidak boleh mengucapkan hal tersebut secara blak-blakan di depan orang banyak."


Amir: "Lho... mengapa tidak? Anda menanyakan kepada saya apa masalah saya, ya saya jawab masalah saya."


Resepsionis: (tersenyum) "Biasanya kita tidak pernah menggunakan bahasa seperti itu di sini. Sekarang Bapak keluar dulu kemudian masuk lagi dan bilang ada yang tidak beres dengan telinga Bapak."


Amirpun keluar dari ruangan tersebut. Setelah beberapa menit dia masuk lagi. Dengan tersenyum resepsionis tersebut menyambutnya.


Resepsionis: "Ya pak, ada keluhan Bapak?"
Amir: "Ada yang tidak beres dengan telinga saya."


Resepsionis: "Kenapa telinga Bapak?"
Amir: "Beberapa hari ini telinga saya tidak bisa kencing..."



Seorang turis Amerika berlibur ke Cina. Ketika di Cina, ia bermain dengan wanita nakal tanpa memakai kondom. Seminggu kemudian, ia pulang ke AS dan menemukan alat vitalnya diselimuti lingkaran- lingkaran warna hijau dan ungu.


Dengan ketakutan ia segera pergi ko dokter. Dokter yang kebingungan, karena belum pernah melihat hal ini, melakukan sejumlah tes dan mengatakan bahwa hasil tes akan diketahui dua hari lagi.


Turis tersebut kembali lagi dua hari kemudian dan dokternya berkata: "Berita buruk. Nama penyakit anda adalah Mongolian VD. Sangat langka dan hampir tidak pernah terdengar disini. Kami hanya tahu sangat sedikit mengenai penyakit ini."


Si turis kebingungan dan menjawab: "Ya... diapain deh dok, terserah... pokoknya cepat sembuh." Jawab si dokter, "Maaf, sampai saat ini belum diketahui metode penyembuhan yang tepat. Rasanya kami harus mengamputasi alat vital anda."


Si turis berteriak ketakutan, "Enak ajah! Nggak boleh! Aku mau cari doker lain!" Jawab si dokter: "Yaaa.. terserah, silahkan saja, tapi operasi amputasi adalah jalan satu-satunya."


Maka besoknya si turis mencari dokter Cina, dengan harapan setidaknya dia tahu sesuatu mengenai penyakit ini. Si dokter Cina memeriksanya dan berkata "Penyakit anda langka looo, ini namanya Mongolian VD, aaaa." Si turis kesal dan menjawab: "Iya.. saya tahu, tapi apa bisa disembuhkan? Dokter Amerika kemarin bilang kalau satu-satunya cara dioperasi dan diamputasi, bener nggak sih?"


Dokter Cina itu tertawa dan menggelengkan kepala, "Aiyaaa.. doktel Amelika wodoh aaaa... selalu pingin bikin duit, aaa.... opelasi sini, opelasi sana... nggak pellu opelasi ooo,...!" Si turis bahagia


"Waaaaaa... untung.... untung...."


"Nggak usah takut laaa... tunggu dua minggu, nanti juga putus sendili ooo, nggak pellu bayal-bayal buat opelasi...."


Bahaya Salah Diagnosa

|

Seorang pria datang menjumpai dokter. "Dokter, saya menghadapi masalah," katanya, "Salah satu dari biji Zakar saya biru warnanya."

Dokter memeriksa biji zakar tersebut lalu tiba pada kesimpulan bahwa biji zakar itu sebaiknya diambil, sebab kalau tidak pria itu bisa mati.


"Dokter, gila apa?" teriak pria itu.

"Tega benar dokter mengambil keputusan yang demikian."


"Anda masih mau hidup bukan?" tanya dokter.

Dan terpaksalah pria itu merelakan salah satu dari biji zakarnya diambil.


Tapi dua minggu kemudian ia datang lagi menjumpai dokter.

"Dokter, bagaimana sih ini? Biji zakar saya yang satunya lagi pun telah berwarna biru pula."

Kembali dokter mengatakan bahwa jika ia masih ingin hidup, maka ia harus merelakan biji zakarnya diambil. Dan kembali lagi pria itu menolak.

"Anda masih mau hidup bukan?" tanya dokter. Dan terpaksalah pria itu merelakan biji zakarnya yang kedua diambil.


Tapi dua minggu kemudian ia datang lagi menjumpai dokter. "Rasanya ada yang tidak beres, kini penis saya pula yang menjadi biru."

Setelah memeriksa pasiennya, dokter menyampaikan kabar buruk. Jika ingin tetap hidup maka penisnya terpaksa harus diambil. Kembali pria itu meradang.

"Anda masih mau hidup bukan?!' tanya dokter.

"Ya. Tapi bagaimana nanti kalau saya mau pipis?"

"Hmm, saya akan memasang pipa plastik. Tidak ada masalah."

Begitulah, penis tersebut pun terpaksa diambil.


Dan beberapa hari setelah dioperasi, lelaki malang itu kembali datang menjumpai dokternya.

"Dokter, pipa plastik itu pun kini berwarna biru...."

"Hah?!"

"Apa sih yang terjadi?"

Dokter memeriksa lebih seksama, dan tak lama kemudian terdengar ia berseru,

"Oalah, ternyata celana jeans anda yang luntur...."